Langsung ke konten utama

BEK AMATIR

Tahu liga Inggris kan? Chelsea, MU, Arsenal, Lipervool dst....
Dulu waktu masih remaja sampai awal umur 20 an aku suka sekali nonton sepak bola terutamanya TIMNAS Indonesia, tapi karena terus-terus an kalah dan jarang menang nya aku jadi gak tertarik lagi nonton TIMNAS. Kemudian aku beralih ke liga Inggris, permainan nya cepat, wasit meniup peluit, pemain kemudian langsung menyerang dengan cepat, enak gak bikin ngantuk....


Tapi saat aku bertambah tua, ketertarikanku akan liga Inggris sedikit - demi sedikit berkurang, karena banyak alasan, sibuk kerja sambil kuliah dan sedikit agak depressi.
Kemudian aku berpikir, cukup lama kenapa aku jadi gak suka nonton bola, setelah lama aku menganalisa, ternyata aku gak pernah jadi Striker dalam hidupku, aku selalu bertahan dibelakang dan mundur pada waktu yang tepat, aku tidak punya keberanian untuk menggiring bola ataupun pengalaman untuk menghindarinya aku hanyalah seorang BEK amatir....

Padahal dulu aku tergila - gila sekali dengan Manchester United dan Park Ji Sung, salah satu pemain Asia yang paling sukses di Liga Inggris, ketertarikan ku akan sepak bola perlahan memudar dan digantikan dengan buku-buku roman picisan yang kalau sekarang aku membacanya lagi membuatku geleng-geleng kepala, kemudian minatku beralih ke artikel-artikel tentang ilmu jiwa baik di web-web berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia, salah satu maeteri kuliah mengenai  perkembangan peserta didik yang didalamnya membahas perkembangan manusia menurut Erickson membuatku tertarik pada ilmu jiwa, pencarian akan jenis kepribadianku akhirnya membuatku tahu kalau aku adalah seorang Introvert, dengan sediikit ke-arsetif-an - walau sedikit sekali, tapi mungkin hal itulah yang mencegahku dari depressi yang lebih parah.

Tapi sampai sekarang pun aku masih berlagak jadi BEK amatir padahal jelas-jelas aku ini bukan pemain Sepak bola. Saat lulus SMK dulu aku memutuskan semua kontak dengan teman-temanku, Facebook pun aku tutup dan sesekali aku aktifkan (kalau ingin melihat kabar orang - orang ) selalu saja ada teman yang mengirim pesan dan menanyakan  kabar / nomor telpon tapi tidak pernah aku balas. Saat aku jadi lebih tua, aku kira penyakit 'melarikan diriku' akan sembuh tapi kemudian kembali kambuh, aku lagi -lagi menghilang dan memutuskan kontak dari semua teman-temanku.

Walau sudah jarang nonton Liga Inggris, tapi sampai sekarang aku masih fans nya MU! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Her Granddaughter

Her granddaughter (Otoko no Isshou = A man’s life) Her granddaughter adalah Film Jepang  yang diangkat dari manga dengan judul Otoko no isshou ( A man’s life) , film romance yang menampilkan perbedaan usia yang jauh ( 20 tahun lebih) antar kedua tokoh utamanya. Tsugumi wanita usia 30 yang setelah putus dari pacarnya yang ternyata sudah berkeluarga memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Tokyo, dan memilih untuk menenangkan diri di rumah neneknya (Towa) di pedesaan, tapi kemudian sang nenek meninggal dunia. Sehari setelah pemakaman sang nenek muncullah seorang laki-laki dengan rambutnya yang memutih usia 50 an dirumah Towa, laki-laki itu memperkenalkan dirinya sebagai Jun Kaeda, professor filosofi di Universitas kadoshima, dia berkata kalau dia pernah menjadi muridnya Towa dulu, Jun juga berkata kalau dirinya pindah ke ruangan kosong di sebelah kompleks rumah Towa, dan dia sudah mendapat izin dari almarhum Towa untuk kapan saja tinggal di ruan...

my rainy days

Awalnya ketika nonton film ini sempat pesimis dan mengira kalau film yang satu ini akan berakhir dengan 'kesedihan yang mendalam'.... Maklum saat film ini dibuka dengan kejadian di sebuah rumah sakit dimana seorang laki-laki usia tiga puluh an didiagnosa dengan tumor otak dan harus segera menjalani operasi sempat membuatku pesimis, parahnya lagi operasi pun tidak sepenuhnya bisa menyelamatkan nyawanya , karena tidak seluruh bagian tumor bisa diangkat dan dia hanya bisa bertahan selama tiga tahun dan harus menjalani operasai lagi dengan resiko kehilangan sebagain ingatannya, karena itulah kaouki memutuskan untuk mati secara diam-diam dan menghabiskan sisa usinya dalam ketenangan. Disisi lain seorang gadis berusia empat belas tahun terus dipanggil oleh ibunya 'ozawa, ozawa, ozawa ayolah, hal ini sudah kita diskusikan sebelumnya, dan kita sepakat kalau inilah keputusan terbaik' membuat laki-laki tadi menengok karena namanya dipanggil, ternyata mereka sama -sama memi...