Langsung ke konten utama

Manajemen Dosa

Manajemen Dosa : Taat tidak taat Tuhan tidak rugi

Setelah membaca buku ini , banyak hal yang terlintas dalam otak ku .....haha
Banyak hal-hal kecil dalam keseharian kita adalah perbuatan dosa, tapi karna semua orang melakukannya perbuatan dosa itu dianggap hal yang lumrah.

 Isi bukunya ringan dan lucu , jadi tahu bedanya Atheist sama theist , kalau dalam pandangan atheist itu yang ada hanaylah perbuatan baik dan perbuatan buruk
Tapi bagi kita kaum yang beragama yang ada bukan sekedar perbuatan baik atau buruk tapi perbuatan yang bernilai pahala dan dosa.

Dan kenapa si penulis buku ini yaitu Agus Idwar lebih memilih konsep manajemen dosa , dari pada manajemn pahala , karna dia berpendapat kalau Dosa lebih mudah di hitung dari pada pahala perbuatan buruk  itu Ikhlas atau pun tidak ikhlas dalam melakukannya pasti bernilai "dosa". Berbeda denga Pahala alias amalan baik, suatu perbuatan baik akan bernilai pahala jika diiringi niat yang ikhlas dan tulus hanya karna allah semata, alih-alih mendapatkan pahala perbuatan baik yang kita lakukan malah bisa jadi sia-sia , atau berniali dosa apabila diiringi niat yang tidak baik, seperti beramal hanya karna ingin di pandang dermawan, ria dan sebagainya.

"Melakukan kesalahan adalah hal yang bisa, tapi yang luarbisa adalah jika kita menyadari dan memperbaikinya."
Dalam buku ini juga di jelaskan Jenis -Jenis pendosa mulai dari pendosa ringan sampai pendosa kronis, nah di sini kita bisa berkaca pada diri sendiri termasuk dalam kelompok manakah kita...??

Kalau penasaran ayo baca buku ini segera bagus, lucu, ringan dan bermanfaat untuk renungan diri...
Pinjam punyaku juga boleh haha just pudding...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Her Granddaughter

Her granddaughter (Otoko no Isshou = A man’s life) Her granddaughter adalah Film Jepang  yang diangkat dari manga dengan judul Otoko no isshou ( A man’s life) , film romance yang menampilkan perbedaan usia yang jauh ( 20 tahun lebih) antar kedua tokoh utamanya. Tsugumi wanita usia 30 yang setelah putus dari pacarnya yang ternyata sudah berkeluarga memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Tokyo, dan memilih untuk menenangkan diri di rumah neneknya (Towa) di pedesaan, tapi kemudian sang nenek meninggal dunia. Sehari setelah pemakaman sang nenek muncullah seorang laki-laki dengan rambutnya yang memutih usia 50 an dirumah Towa, laki-laki itu memperkenalkan dirinya sebagai Jun Kaeda, professor filosofi di Universitas kadoshima, dia berkata kalau dia pernah menjadi muridnya Towa dulu, Jun juga berkata kalau dirinya pindah ke ruangan kosong di sebelah kompleks rumah Towa, dan dia sudah mendapat izin dari almarhum Towa untuk kapan saja tinggal di ruan...

my rainy days

Awalnya ketika nonton film ini sempat pesimis dan mengira kalau film yang satu ini akan berakhir dengan 'kesedihan yang mendalam'.... Maklum saat film ini dibuka dengan kejadian di sebuah rumah sakit dimana seorang laki-laki usia tiga puluh an didiagnosa dengan tumor otak dan harus segera menjalani operasi sempat membuatku pesimis, parahnya lagi operasi pun tidak sepenuhnya bisa menyelamatkan nyawanya , karena tidak seluruh bagian tumor bisa diangkat dan dia hanya bisa bertahan selama tiga tahun dan harus menjalani operasai lagi dengan resiko kehilangan sebagain ingatannya, karena itulah kaouki memutuskan untuk mati secara diam-diam dan menghabiskan sisa usinya dalam ketenangan. Disisi lain seorang gadis berusia empat belas tahun terus dipanggil oleh ibunya 'ozawa, ozawa, ozawa ayolah, hal ini sudah kita diskusikan sebelumnya, dan kita sepakat kalau inilah keputusan terbaik' membuat laki-laki tadi menengok karena namanya dipanggil, ternyata mereka sama -sama memi...

Perjalanan menuju Dieng

Dalam perjalananku menuju Dieng Dari Jakarta menuju Dieng aku bearngkat menggunakan bus, hanya ingin ikut saja tidak mengharapkan apa-apa dan tidak terlalu bersemangat juga. Perjalanan di mulai dari Jakarta melalui beberapa kota di pantura dan jawa tengah, saya sendiri sebenarnya kurang paham rute atau jalur yang diambil pak sopir, kebiasaanku saat didalam Bus adalah mengamati jalan yang kulalui,. Melalui Indramayu disini aku belum melihat tanda-tanda ke NU an, sampailah di Berebes di sepanjang jalan kota ini aku mulai melihat plang-plang betuliskan PCNU, Muslimat NU dan Banom-Banom lainnya, sepanjang jalur Berebes aku juga melihat banyak plang plang Muhamadiyah, RS, RA dll. Semakin siang bus terus melaju menuju jawa tengah plang plang NU dan sekolah sekolah NU semakin banyak terlihat: Purwokerto, Wonosobo dll (aku tidak ingat kota mana saja yang kulalui) di dekat MAN Wonosobo pas didepan POM bensin tempat kita transit menuju bus kecil yang akan membawa kita ...