Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Ada Batas Waktu

Untuk sesuatu yang berharga, tidak ada kata terlambat untuk menggapainya.  Atau dalam kasusmu terlalu dini untuk menjadi seseorang yang kamu inginkan.  Gak ada batas waktu, kamu bisa berhenti  ketika merasa lelah. Kamu bisa bisa berubah atau tetap seperti ini.  Gak ada peraturan khusus kok.  Kamu bisa menggapai yang terbaik atau yang terburuk.  Dan aku berharap kamu menemukan hal yang membangkitkanmu.  Aku berharap kamu merasakan hal yang berlum pernah kamu rasakan sebelumnya. Aku berharap kamu bertemu dengan orang yang punya cara pandang berbeda.  Aku berharap semoga kamu menjalani hidup yang  (mana)  kamu bisa banggakan Jika kamu merasa  (Hidupmu yang sekarang ini )  tidak  (seperti itu) Maka aku berharap kamu punya kekuatan untuk mecoba lagi...

Yang Memilih Susah

Aku mungkin terdengar lebay dan berlebihan, tapi harga diriku terasa jatuh.  Maaf karena membuatmu tak nyaman.  Aku Malu bukan padamu Aku Malu pada Diriku Sendiri Di umur setua ini aku tidak bisa membedakan mana sikap baik dan perhatian karena suka Aku bahkan bukan 20an aku sudah hampir 30an  Sebenarnya sudah lama sekali aku tak mendengar kata-kata seperti kata "Kita".  Seperti kata-kata : Rumah kita, Kampung kita, atau Tentang Kita Kata-kata seperti itu, belakangan ini, jarang ada yang mengucapkan. Sudah lama aku tak  merasa seperti dianggap disuatu tempat.  Makannya aku jadi agak alay dan berlebihan.  Aku salah mengira kalau kau dan aku  memang "Kita". Aku pasti salah paham sama perhatian-perhatian mu... Sebaiknya kamu jangan enteng sekali bilang "Kita" lagi. Karena aku mungkin salah paham nantinya. Bertemu atau "kenalan" dengan orang baru bagiku melelahkan Kalau  setelah bertemu aku suka sama Orang itu tapi dia tidak suka aku... Yaa sudah ...

Sekenario Remang-Remang

  Buku yang pernah kubaca tahun 2012 lalu, saat aku masih kuliah sambil kerja. Buku yang pernah hilang tapi kemudian aku membelinya lagi karena aku sangat menyukai kata-kata didalamnya.... Tidak ada rahasia ......Penderitaan adalah rahasinya. Aku ingat suamiku dan anakku saat aku menguleni adonan. Aku berjerih lelah untuk siapa? Kalaupun akhirnya usahaku untung, itu semata-mata hanya untuk bertahan hidup. (Resep rahasia Bakmir Tante Meilan) Kamu bisa terus menulis, dan bertahan hidup. (Gate 4) Dalam hidup, selalu ada satu waktu-atau satu hari di mana kita sadar bahwa kita telah melakukan kesalahan. Ketika memilih rute yang salah saat sudah terlambat, memakai baju terbalik karena terburu-buru-yang berakibat ditertawakan oleh seluruh penumpang di gerbong kereta-atau ketinggalan materi presentasi di hari yang paling menentukan dalam kehidupan karier kita. Hari sial, kata orang-orang. Tapi sebagian lagi percaya bahwa segala sesuatu berada di bawah kontrol alam semesta. Tidak ada satupu...

Jejak-Jejek

 Saat usia awal 20 an Ho-rang selalu mengenakan baju dengan warna-warna terang, dia adalah tipe gadis yang percaya pada dirinya dan penampilannya, dia percaya diri walau tampil berbeda dengan orang lain,  Ho-rang berkata kalau dia selalu ingin menikah muda, dia bilang wanita lebih baik menikah saat masih muda karena saat itu tubuh nya masih sehat dan kuat untuk melahirkan dan membesarkan anak, Ho-rang bilang menyenangkan memakai baju berwarna gelap = tidak mencolok =  sama dengan orang lain, sekarang usianya sudah lebih dari 30 dan belum menikah, dia ingin menikah secepatnya, sama seperti orang lain, melahirkan, membesarkan anak, mengurus rumah tangga, sama seperti wanita lain, baginya pernikahan membuatnya merasa berharga sebagai wanita.  Entah sejak kapan kita jadi malu memakai baju dengan warna berbeda dari orang lain, kenyataan pahitnya aku pun  ingin seperti itu, " memakai baju berwarna gelap " sama seperti wanita lainnya. Tinggalkan jejak-jejak mu di duni...

Perjalanan menuju Dieng

Dalam perjalananku menuju Dieng Dari Jakarta menuju Dieng aku bearngkat menggunakan bus, hanya ingin ikut saja tidak mengharapkan apa-apa dan tidak terlalu bersemangat juga. Perjalanan di mulai dari Jakarta melalui beberapa kota di pantura dan jawa tengah, saya sendiri sebenarnya kurang paham rute atau jalur yang diambil pak sopir, kebiasaanku saat didalam Bus adalah mengamati jalan yang kulalui,. Melalui Indramayu disini aku belum melihat tanda-tanda ke NU an, sampailah di Berebes di sepanjang jalan kota ini aku mulai melihat plang-plang betuliskan PCNU, Muslimat NU dan Banom-Banom lainnya, sepanjang jalur Berebes aku juga melihat banyak plang plang Muhamadiyah, RS, RA dll. Semakin siang bus terus melaju menuju jawa tengah plang plang NU dan sekolah sekolah NU semakin banyak terlihat: Purwokerto, Wonosobo dll (aku tidak ingat kota mana saja yang kulalui) di dekat MAN Wonosobo pas didepan POM bensin tempat kita transit menuju bus kecil yang akan membawa kita ...

Tangan Kita

Masa depan itu seperti apa, kita gak ada yang tahu, kemudian kita juga memikirkan masa lalu dan masa kecil, saat itu saat menatap tangan anak-anak. Tangan anak-anak membuat kita memikirkan masa lalu dan masa depan, ternyata dulu tangan ku pernah sekecil itu, dan lihat sekarang sudah seperti ini, dosa apa saja yang sudah aku buat di kehidupan sampai sekarang ini, kebaikan apa yang sudah diperbuat sehingga sedikit banyak telah membantu orang lain... Menatap tangan anak-anak membuat kita takut akan dosa dan betapa cepat berlalunya waktu, tangan anak-anak juga memberika sedikit harapan tenatang akan adanya masa depan... Harapan yang penuh ketulusan dan kepolosan, seperti saat Kimi berkata kalau Kiyai itu dikawal pendekar setiap kali mengajar ngaji...

Musuh Dalam Selimut Oleh KH Abdurrahman Wahid

Tulisan berikut merupakan petikan-petikan tulisan Gus Dur dalam pembukaan buku Ilusi Negara Islam 1.      Musuh Dalam Selimut Kami sudah sering dituduh kafir dan murtad, tetapi kami tetap tenang-tenang saja. Kelompok- kelompok garis keras mengukur kebenaran pemahaman agama secara ideologis dan politis, sementara kami mendasarkan pemahaman dan praktik keagamaan kami pada semangat rahmat dan spiritual yang terbuka. Kami berpedoman pada paham ahlusunnah wal Jama’ah, sementara mereka mewarisi kebiasaan ekstrem Khawarij yang gemar mengkafirkan dan memurtadkan siapapun yang berbeda dari mereka, kebiasaan buruk yang dipelihara oleh Wahabi dan kaki tangannya. Lebih dalam lagi adalah orang yang memahami keimanan secara monopolitistik, jadi seakan-akan yang tidak seperti pemahaman dia, itu sudah tidak iman lagi. Ini sebenarnya fenomena lama, tidak hanya sekarang. Dulu pada saat Sayyidina Ali kita kenal sebuah kelompok khawarij yang mengkafirkan semua orang di luar...